Wednesday, February 25, 2009

Sejarah Pemerintahan Kutai Di Benua Etam


KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA


Kabupaten Kutai merupakan kelanjutan dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Setelah Republik Indonesia berdiri, pada tahun 1947 Kesultanan Kutai Kartanegara dengan status Daerah Swapraja Kutai masuk kedalam Federasi Kalimantan Timur bersama-sama daerah Kesultanan lainnya seperti Bulungan, Sambaliung, Gunung Tabur dan Pasir. Kemudian pada 27 Desember 1949 masuk dalam Republik Indonesia Serikat.

Daerah Swapraja Kutai diubah menjadi Daerah Istimewa Kutai yang merupakan daerah otonom/daerah istimewa tingkat kabupaten berdasarkan UU Darurat No.3 Th.1953.

Berdasarkan UU No.27 Tahun 1959, status Daerah Istimewa Kutai dihapus dan daerah ini dibagi menjadi 3 Daerah Tingkat II, yakni:
1. Kotamadya Balikpapan dengan ibukota Balikpapan
2. Kotamadya Samarinda dengan ibukota Samarinda
3. Kabupaten Kutai dengan ibukota Tenggarong

Pada tahun 1995 Kabupaten Kutai menjadi salah satu Daerah Percontohan Pelaksanaan Otonomi Daerah, berdasarkan PP No.8 Tahun 1995 tentang Penyerahan Sebagian Urusan Pemerintahan Kepada Daerah Tingkat II Percontohan.

Pada tahun 1999, wilayah Kabupaten Kutai dimekarkan menjadi 4 daerah otonom berdasarkan UU No.47 Th.1999, yakni:
1. Kabupaten Kutai dengan ibukota Tenggarong
2. Kabupaten Kutai Barat dengan ibukota Sendawar
3. Kabupaten Kutai Timur dengan ibukota Sangatta
4. Kota Bontang dengan ibukota Bontang



Istilah Kabupaten Kutai Induk sering digunakan untuk membedakan antara Kabupaten Kutai hasil pemekaran dengan Kabupaten Kutai yang lama. Pada Musyawarah Nasional yang pertama APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) yang diadakan di Tenggarong pada tahun 2000, Presiden RI Abdurrahman Wahid yang membuka Munas tersebut mengusulkan agar Kabupaten Kutai hasil pemekaran menggunakan nama Kabupaten Kutai Kartanegara, mengingat kota Tenggarong juga merupakan ibukota dari Kesultanan Kutai Kartanegara.

Tanggal 23 Maret 2002, Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menetapkan penggunaan nama Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Peraturan Pemerintah RI No. 8 Tahun 2002 tentang "Perubahan Nama Kabupaten Kutai Menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara".

Berikut adalah daftar nama-nama Bupati Kepala Daerah yang pernah memimpin Kutai semenjak dalam status Daerah Istimewa Kutai (1950-1960), Daerah Tingkat II Kabupaten Kutai (1960-1999) hingga Kabupaten Kutai Kartanegara (hasil pemekaran) sekarang ini:

1. A.M. Parikesit (1950-1960)
>> Kepala Daerah Istimewa Kutai

2. A.R. Padmo (1960-1964)
>> Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab. Kutai

3. Roesdibiyono (1964-1965)
>> Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab. Kutai

4. Drs. H. Achmad Dahlan (1965-1979)
>> Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab. Kutai

5. Drs. H. Awang Faisyal (1979-1984)
>> Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab. Kutai

6. Drs. H. Chaidir Hafiez (1984-1989)
>> Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab. Kutai

7. Drs. H. Said Sjafran (1989-1994)
>> Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab. Kutai

8. Drs. H.A.M. Sulaiman, MSc (1994-1999)
>> Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab. Kutai

9. Drs. H. Syaukani HR, MM (1999-2004)
>> Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara

10. H. Awang Dharma Bakti ST, MT (2004-2005)
>> Penjabat Sementara Bupati Kabupaten
Kutai Kartanegara

11. Drs. Hadi Sutanto (2005)
>> Penjabat Sementara Bupati Kabupaten
Kutai Kartanegara

12. Prof. Dr. H. Syaukani HR, MM (2005-2010)
>> Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara

13. H. Sjachruddin MS
>> Penjabat Sementara Bupati Kabupaten
Kutai Kartanegara

Untuk lebih mendalami sejarah kerajaan, kesultanan hingga bergabung dalam Republik Indonesia baca disini Sejarah Kutai dan Tenggarong.



Related Posts by Categories



0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih Atas Komentarnya dan NO SPAM Friends, U COMMENT I FOLLOW

 
Blog Etam Tenggarong | ipay76.Blogspot © 2009 Terima Kasih, Jangan Lupa Isi Buku Tamu, ...KLIK DISINI